Cara Menghindari Keyword Stuffing

Image : Canva.com

Cara Menghindari Keyword Stuffing, Blogger Wajib Tau!

Cara Menghindari Keyword Stuffing – Untuk kamu yang terjun ke dunia blogger pasti sering membuat artikel dengan keyword sesuai dengan konsep website kamu. Namun, tahu kah kamu itu Keyword stuffing? Keyword stuffing merupakan membuat kata kunci secara berlebihan atau tidak sesuai kebutuhan dalam sebuah artikel. Tujuan membuat kata kunci adalah untuk meningkatkan visibilitas pencarian di Google

Memasukkan keyword secara berlebihan tidak akan meningkatkan peringkat SEO di halaman pencarian Google. Hal tersebut hanya memberikan dampak yang buruk terhadap SEO website kamu. Nah, saya akan memberikan dua teknik keyword stuffing yang sering diterapkan oleh publisher:

  1. Memasukkan kata kunci secara berlebihan.
  2. Memasukkan kata kunci yang tidak relevan dengan topik halaman.

Keyword Stuffing Buruk untuk SEO?

Keyword  stuffing hanya akan memberikan dampak buruk pada website Kamu. Kenapa? Karena, dengan keyword stuffing, website kamu akan dianggap sebagai spam oleh Google.

Website yang dianggap spam jelas tidak akan menjawab kebutuhan pengguna dan Google tidak bisa untuk meranking website kamu atau bahkan menghapus dari SERP.

Baca Juga :   Cara Cek Plagiarisme Artikel

Oleh karena, konten artikel blog atau website kamu harus benar-benar ditujukan  untuk pembaca. Konten kamu kamu buat harus menjawab kebutuhan pembaca.

Selain dianggap spam, keyword stuffing juga dapat memberikan pengalaman yang buruk untuk pembaca.  Pembaca memungkinlan untuk menutup langsung  website kamu. Sehingga bounce rate kamu pun meningkat. Jadi, cara ini jelas-jelas akan merugikan kamu.

Wah, semakin jelas membangun website yang baik sangat sulit ya ges! Tenang, jangan paning dan khawatir saya akan memberikan 4 Cara Menggunakan Kata Kunci dengan Benar. Yaitu:

1. Tentukan Kata kunci Utama. Untuk membuat konten halaman web, pilihlah kata kunci utama yang relevan dengan konten yang ingin kamu buat. Kamu juga perlu melakukan riset kata kunci sebelum menerapkannya dalam konten kamu. Untuk melakukan riset kata kunci, kamu bisa menggunakan tools SEO untuk menemukan kata kunci terbaik. Di tools SEO, kamu dapat melihat tingkat kesulitan kata kunci, jumlah volume kata kunci, dan lain sebagainya.

2. Gunakan Tools SEO. Kamu tidak perlu bingung lagi untuk mengingat jumlah kata kunci yang telah kamu masukkan dalam konten. Kamu bisa menggunakan tools SEO seperti Plugin Yoast SEO. Plugin Yoast SEO bisa kamu install disaja. Dengan menggunakan plugin tersebut kamu dapat melihat laporan keyword density. Apakah kata kunci yang kamu masukkan terlalu sedikit atau terlalu banyak.

Baca Juga :   Cara Cepat Membuat Privacy Policy
keyword density menggunakan Yoast SEO

3. Tambahkan LSI Keyword . LSI (Latent Semantic Indexing) Keyword adalah kata-kata atau frasa yang dianggap relevan secara semantik. Kata kunci itu dapat memperbesar peluang konten kamu muncul di halaman pertama hasil pencarian. Menggunakan kata kunci ini juga dapat membantu mesin pencari mengidentifikasi konten kamu untuk menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan oleh pembaca. Jadi, peluang ranking konten kamu naik bisa semakin besar.

4. Tempatkan Kata Kunci pada Elemen Tertentu. Untuk Memasukkan kata kunci sebenarnya tak hanya pada isi konten saja. Kamu juga perlu menambahkan kata kunci pada elemen lain. Sisipkan satu kata kunci pada:

  • Judul konten
  • Subjudul
  • Tag judul
  • Meta deskripsi
  • Alt image
  • Paragraf pertama
  • Paragraf akhir

Yang terpenting dalam mamasukkan keyword agar tidak  terjadi stuffing adalah memasukkan kata kunci dengan jumlah yang wajar dan natural.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Menghindari Keyword Stuffing. Semoga bermanfaat! See You!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *